Sang Pialang - Harga emas di sesi Asia pada hari Kamis (08/12) mulai menunjukkan kenaikan lagi, sejalan dengan mata uang Dolar AS yang mulai melemah tipis terhadap mata uang Euro jelang pengumuman tingkat suku bunga oleh ECB nanti malam. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USDberada di kisaran level harga 1,177 Dolar AS dan harga emas Antam untuk pecahan 1 gram stabil di kisaran level harga Rp 586,000.

Harga Emas Mulai Naik, Investor Menanti Keputusan ECB

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari mengalami kenaikan sebesar 0.13 persen ke level 1,179 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret turun menjadi 17.25 Dolar AS per troy ons dan harga tembaga futures berada di level harga 2.645 Dolar AS per pound.

Selama sesi perdagangan hari Rabu kemarin, harga emas berusaha meninggalkan level rendah 10 bulan. Namun, kenaikan harga logam mulia emas ini terbatas dan tertahan oleh ekspektasi para pelaku pasar terhadap Rate Hike oleh the Fed pada pekan depan yang masih tinggi. Menurut FedWatch Tool milik CME Group, peluang kenaikan tingkat suku bunga AS untuk bulan Desember adalah 92 persen.

 

Harga Emas Diperkirakan Masih Sulit Rebound

Logam mulia ini masih saja dibayangi sentimen negatif jelang pertemuan anggota FOMC pekan depan, meskipun saat ini harga emas mulai berusaha naik. Di samping itu, adanya kenaikan logam si kuning ini diduga karena munculnya aksi Bargain Hunting investor yang mengambil keuntungan dari turunnya harga emas.

Pada bulan November lalu, harga emas melorot sangat signifikan ke level rendah tiga tahun, ditenggelamkan oleh tingginya minat investor terhadap aset berisiko, peluang tinggi rate hike the Fed dan penguatan mata uang Dolar AS. Logam mulia emas terus berada di bawah tekanan dan sudah mengalami penurunan harga hingga delapan persen lebih pada bulan lalu.

Kini, sebagian besar investor memprediksi serta meyakini bahwa the Fed akan menaikkan tingkat suku bunga AS pada pertemuan minggu depan. Kondisi ini sangat berdampak negatif terhadap emas, karena apabila the Fed menaikkan suku bunga-nya, maka permintaan terhadap aset berimbal balik bunga akan naik dan akan membuat Dolar AS meninggi.

Di samping itu, investor juga tengah menanti keputusan ECB dan pengumuman suku bunga. Pasar memperkirakan, bank sentral Uni Eropa tersebut akan mempertahankan tingkat suku bunga-nya di 0.0 persen dan tetap melanjutkan program Quantitative Easing.

Get Adobe Flash player

Mitra Broker Sang Pialang

 

 

 

Forexmart

 

 

 

Live Currency


The Forex Quotes are powered by Investing.com.

Sosial Media

 

 

Pengunjung

Flag Counter
DMCA.com Protection Status ||

f t g