Sang Pialang - World Bank merevisi prediksi harga minyak pada 2016 dengan angka US$14 hingga US$37 per barel.

Harga tersebut berkenaan dengan pelemahan ekonomi China dan menurunnya permintaan berdampak terhadap merosotnya harga minyak. Tak hanya minyak dan gas, paling tidak terdapat 37 dari 46 komoditas yang mengalami penurunan harga. 

Asumsi harga minyak tersebut, katanya, dipertimbangkan dari banjir pasokan akibat ekspor dari Iran dan ekspor dari Amerika Serikat.

Harga minyak turun 27% di 2016 setelah turun 47% pada tahun lalu. Perkiraan harga ini diambil dari rata-rata harga minyak Brent, Dubai dan West Texas Intermediate (WTI).

Senior ekonom John Baffes mengatakan, harga minyak yang rendah ini bertahan untuk beberapa lama.

“Harga rendah untuk minyak dan komoditas lain sepertinya akan bertahan untuk beberapa lama," ujarnya seperti yang dikutip Reuters, Rabu (27/1/2016).

 

Prediksi Harga Minyak Menurut World Bank

Secretary-General organisasi negara pengekspor minyak (Organization of The Petroleum Exporter Countries/OPEC), Abdullah al-Badri, mengatakan, pasar akan mengalami keseimbangan.

 Rendahnya harga minyak, katanya, akan berhenti di satu titik dan pasar segera membaik setelahnya.

"Kami telah melihat beberapa tanda bahwa permintaan dan pasokan dasar akan mengalami perbaikan pada 2016.

 

Baca Artikel yang Lain : 

Get Adobe Flash player

Mitra Broker Sang Pialang

 

 

 

Forexmart

 

 

 

Live Currency


The Forex Quotes are powered by Investing.com.

Sosial Media

 

 

Pengunjung

Flag Counter
DMCA.com Protection Status ||

f t g